PHAC & ICMHS 2025

Ringkasan singkat

PHAC-4 (Public Health and Allied Sciences Conference) dan ICMHS-5 (International Conference on Medicine and Health Sciences) 2025 adalah konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Jember (UNEJ) pada 2 September 2025 secara daring (Zoom). Acara ini menggabungkan sesi webinar, presentasi oral, dan diskusi panel, menghadirkan pembicara dari berbagai negara dan disiplin ilmu untuk membahas isu-isu terkini dalam kesehatan masyarakat, farmasi, dan ilmu kedokteran.


1. Latar belakang acara

Konferensi PHAC dan ICMHS bertujuan menjadi wadah kolaborasi multidisipliner antara akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan. Pada 2025 konferensi menekankan keterkaitan antara riset klinis, kebijakan kesehatan masyarakat, dan inovasi farmasi—sebuah respons terhadap tantangan kesehatan global yang membutuhkan pendekatan lintas sektor: resistensi antimikroba, ketahanan obat, akses terhadap layanan kesehatan yang merata, serta pemanfaatan sumber daya lokal seperti obat tradisional.

2. Tema utama dan fokus

Tema sentral pada gelaran 2025 adalah kolaborasi lintas disiplin untuk menghadapi tantangan kesehatan masa depan. Fokusnya meliputi:

  • Penguatan kapasitas kesehatan masyarakat.
  • Penanganan resistensi antimikroba (AMR) melalui manajemen terapi dan kebijakan.
  • Inovasi farmasi: dari penelitian molekuler hingga aplikasi bahan alam dan obat tradisional.
  • Penguatan sistem rantai pasok obat dan kebijakan obat esensial.
  • Riset terapan di bidang kesehatan masyarakat pesisir, agraris, dan komunitas rentan.

3. Format & partisipasi

Acara dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada 2 September 2025, dengan kombinasi:

  • Webinar plenary oleh pembicara internasional.
  • Sesi presentasi oral (paper & poster) dari peneliti nasional dan mahasiswa.
  • Diskusi panel tematik dan sesi tanya jawab.

Partisipan terdiri dari universitas, lembaga riset, tenaga kesehatan, mahasiswa pascasarjana, dan pihak swasta yang bergerak di bidang kesehatan.

4. Pembicara kunci & kontribusi penting

Beberapa pembicara internasional yang hadir memberikan perspektif luas: akademisi dari Thailand, Malaysia, Filipina, dan Jerman yang membawa studi kasus dan pendekatan penelitian masing-masing. Mereka berbagi pengalaman mengenai implementasi program kesehatan masyarakat, pengembangan kurikulum, serta hasil riset klinis dan kesehatan masyarakat.

5. Sorotan sesi ilmiah (pilihan)

  • Sesi AMR & Praktik Antibiotik Rasional: Pembahasan strategi stewardship di rumah sakit dan puskesmas; studi kasus pengurangan penggunaan antibiotik tidak perlu.
  • Pemanfaatan Bahan Alam & Obat Tradisional: Presentasi tentang potensi tanaman obat lokal, uji pra-klinis, dan tantangan regulasi produk herbal.
  • Rantai Pasok & Kebijakan Obat: Diskusi mengenai kedaulatan bahan baku obat, distribusi ke daerah terpencil, serta peran perguruan tinggi dalam penguatan manajemen rantai pasok.
  • Kesehatan Masyarakat Pesisir & Agraris: Hasil penelitian komunitas pesisir yang menyoroti isu nutrisi, penyakit kerja agraris, dan intervensi berbasis komunitas.

6. Contoh paper & temuan yang menonjol

  • Studi implementasi stewardship antibiotik di rumah sakit rujukan: menunjukkan penurunan konsumsi antibiotik spektrum luas setelah intervensi pendidikan dan audit resep.
  • Uji aktivitas antimikroba ekstrak tanaman lokal: mengidentifikasi beberapa kandidat untuk pengembangan lebih lanjut setelah uji toksisitas awal.
  • Evaluasi program literasi obat untuk masyarakat pesisir: meningkatkan kepatuhan pengobatan dan menurunkan konsultasi berulang terkait penyakit kronis.

7. Dampak, rekomendasi & tindak lanjut

Dampak: Konferensi memperkuat jejaring antar-peneliti dan membuka peluang kolaborasi lintas-negara dan lintas-disiplin. Presentasi berbasis bukti mendorong perubahan pendekatan di institusi terkait (mis. adaptasi stewardship, riset bahan alam yang lebih terstandarisasi).

Rekomendasi:

  1. Perlu disusun roadmap riset terapan untuk memfasilitasi transisi penemuan bahan alam ke penelitian klinis lanjutan.
  2. Penguatan kapasitas farmasi klinis di rumah sakit untuk program stewardship antibiotik.
  3. Kolaborasi lintas institusi untuk menjamin ketersediaan bahan baku obat esensial dan supply chain resiliency.
  4. Program edukasi masyarakat berkelanjutan untuk meningkatkan literasi penggunaan obat.

Tindak lanjut: publikasi prosiding, inisiasi proyek kolaboratif (Horizon-like grants/kemitraan regional), dan workshop implementasi kebijakan di tingkat provinsi.

8. Kesan penyelenggara & peserta

Penyelenggara melaporkan antusiasme tinggi dari peserta, kualitas abstrak yang masuk memuaskan, dan diskusi yang produktif. Banyak peserta menghargai format daring yang memungkinkan partisipasi internasional meski waktu yang singkat.

9. Penutup

PHAC & ICMHS 2025 menunjukkan bahwa konferensi difokuskan pada sinergi ilmu kesehatan dan farmasi untuk menghadapi tantangan masa depan—dari AMR hingga kedaulatan obat. Hasil-hasil yang disajikan memberikan arah untuk penelitian lebih lanjut, kebijakan, dan praktik yang lebih baik di lapangan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *